Bab 65
**Teks Bab: chapter_content**
"Dia... hanya teman biasa. Para tetua keluarga dan orang tuaku mengenalnya. Dia baru pulang dari luar negeri dan aku tidak terlalu mengenalnya."
"Karena dia teman, kamu tidak boleh tidak menjawab telepon. Kamu bisa bicara dengannya." Fu Sinian menyerahkan ponsel itu. Yu Duo menerimanya dan hendak menjawab panggilan. Ia ingin memberi tahu Yu Yang tentang kabar kepulangan Fu Sinian secepat mungkin agar dia bisa menyumbat mulutnya. Tapi kemudian dia mendengar Fu Sinian melanjutkan, "Tapi untuk saat ini, berita kepulanganku jangan sampai tersebar dulu."
Yu Duo tertegun. Ponsel yang dipegangnya seolah menjadi kentang panas.
(Catatan Penerjemah: Tolong selamatkan dia...)
Melihat Yu Duo tidak menjawab telepon, Fu Sinian menyambungkan telepon untuknya dan menekan pengeras suara.
"Hei? Duo Duo, kenapa kamu tidak menjawab panggilan telepon? Apa terjadi sesuatu?" Suara Yu Yang yang sedikit cemas terdengar dari telepon, membuat hati Yu Duo jatuh ke dalam jurang yang dalam.
Mendengar panggilan akrab "Duo Duo", suhu di sekitarnya tiba-tiba turun drastis dan hawa dingin merambat di punggungnya. Yu Duo merasa bulu kuduknya berdiri dan merinding di sekujur tubuhnya.
"Duo? Kenapa kamu diam saja?"
Fu Sinian menatapnya.
Matanya sedalam lautan. Di balik ombak yang tenang, ada arus yang ganas.
Jantung Yu Duo berdebar dan berkata, "Aku tidak apa-apa. Aku baik-baik saja. Kalau tidak ada masalah, aku tutup dulu."
Dia hendak menutup telepon.
Fu Sinian memegang tangannya yang terburu-buru, menutupi ponselnya dan berbisik kepada Yu Duo, "Itu teman. Masa baru bicara beberapa kata langsung ditutup?"
Aku khawatir setelah beberapa patah kata lagi kau akan membunuhku.
Tentu saja, Yu Duo hanya berani mengatakannya dalam hati.
"Duo Duo, ada apa denganmu? Kenapa kamu terasa aneh hari ini? Katakan jujur padaku, apa yang terjadi?"
Di bawah tatapan "memaksa dan mengintimidasi" Fu Sinian, Yu Duo berkata, "Tidak apa-apa. Aku hanya agak lelah. Ada lagi yang bisa aku bantu? Kalau tidak ada, aku mau istirahat."
Yu Yang terdiam sejenak.
Selama keheningan itu, Yu Duo hampir menahan napas dan lapisan tipis keringat mulai merembes dari telapak tangannya.
Jika Yu Yang berani mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya di telepon, dia akan bertarung mati-matian dengannya!
"Duo Duo, aku tahu akhir-akhir ini suasana hatimu sedang tidak baik. Aku sudah mengatakan semua yang harus kukatakan. Aku harap kamu mendengarkan kata-kataku. Laki-laki bernama Fu Sinian itu tidak pantas untukmu. Selama ini, kamu pasti bisa merasakan ketulusanku padamu. Aku..."
"Yu Yang, terima kasih. Aku tahu maksudmu, tapi kita benar-benar tidak bisa!" Yu Duo panik bagaikan burung yang ketakutan hanya karena dawai busur direntangkan. (Catatan Penerjemah: mudah ketakutan karena pengalaman masa lalu) "Aku sudah menikah dan aku adalah wanita yang bersuami. Aku harap kamu tidak menghubungiku lagi. Sudah, selamat tinggal."
Yu Duo buru-buru menutup telepon dan mematikannya. Hatinya terasa dingin dan dia menatap Fu Sinian dengan cemas.
Ini harus dijelaskan dengan jelas. Entahlah apakah hari ini dia akan selamat, ya?
Masalah ini harus dijelaskan dengan jelas. Kalau tidak dijelaskan, apakah hari ini dia akan pamit dari dunia ini?
Fu Sinian tidak bisa mentolerir orang lain mengincar hartanya setelah dia mati. Mungkinkah dia bisa mentolerir istrinya main dengan orang lain setelah dia mati?
Meskipun dia tidak main-main, tapi si brengsek Yu Yang tidak bicara dengan jelas di telepon. Fu Sinian mungkin saja salah paham.
Apa yang harus dilakukan?
Bagaimana cara menjelaskannya?
Chapter Comments Chapter 65 · this chapter only
0 comments