Bab 18 - Dia Terlalu Menakjubkan
Dia memiliki dua aura yang benar-benar berlawanan. Di satu sisi, ia terlihat suci dan bermartabat; tapi di sisi lain, ia dingin dan mengintimidasi. Entah bagaimana, dua sisi yang berbeda itu seolah menyatu secara alami dalam diri pria ini.
Ye Jian menundukkan kepala dan berkata, “Aku nggak butuh perlindungan. Aku akan menunjukkan jalan.”
Ia tak bisa terus menatap pria itu. Kehadiran pria itu terlalu kuat—seolah-olah ia bisa melahap orang-orang yang lemah.
Tatapannya jernih dan dingin, seperti sebilah pedang. Kalau ia menatap Ye Jian satu kali lagi, Ye Jian punya firasat pria itu akan membelah dirinya dan mengungkap semua rahasia yang ia simpan.
Saat sepatu militer pria itu menginjak semak, terdengar bunyi yang halus—dan Ye Jian langsung jadi tegang.
“Bagaimana kau akan melindungi dirimu sendiri? Dan bagaimana kau akan menunjukkan jalan kepada kami?” tanya si pemuda dengan nada lembut, sambil berdiri di depan Ye Jian. Di wajahnya ada senyum tipis. Seperti hembusan angin pagi, senyum itu seketika menghapus aura dingin dan garangnya.
Begitu ia bicara, suaranya terasa segar—sehingga menghilangkan kesan dingin yang agresif itu.
Bagaimana seseorang bisa mengubah aura dan vibenya begitu mudah dalam sekejap?!
Tertegun, Ye Jian mengangkat kepala dan melihat wajahnya yang sangat menakjubkan.
Setiap detail pada wajah itu tampak sempurna: tampan, rapi, dan berkelas. Bahkan senyum tipis di sudut bibirnya pun bercahaya seperti matahari di tengah hari. Tak ada cara untuk menyangkal kalau ia benar-benar menarik. Orang-orang rela berusaha sekuat tenaga, bahkan mempertaruhkan apa pun, hanya untuk menjaga wajah yang sangat memikat itu tetap berada di samping mereka.
Beberapa tahun kemudian, aura pria ini akan makin kuat, sampai orang-orang merasa tertekan hanya dengan menatapnya sekilas. Mereka akan otomatis menundukkan kepala dan patuh di bawah aura kehadirannya yang mengintimidasi.
“Aku bisa mengurusnya,” kata Ye Jian dengan tenang sambil menatapnya. Ia sudah menghentikan dirinya agar tidak larut mengagumi wajah tampan itu. “Aku bisa menghemat banyak waktu kalau aku yang menunjukkan jalan.”
“Selain itu, pria bernama Brother Kun punya pistol. Hati-hati.”
Aku bisa mengurusnya?
Begitu mendengar perkataannya, mata pria itu perlahan meredup. Pria ini jarang tersenyum. Ia tersenyum khusus hanya karena takut gadis kecil itu akan ketakutan.
Begitu ia berhenti tersenyum, bibirnya yang tipis justru terlihat semakin menakutkan—mengembalikan aura dingin yang dulu sempat ia tahan.
Ye Jian tidak menghindari tatapannya. Ia melihat kedinginan itu naik perlahan dari sepasang mata hitam pekat milik prajurit muda itu. Saat senyum tipisnya menghilang, ia berkata dengan nada dingin dan dalam, “Gadis kecil, melindungi diri itu tidak semudah yang kau katakan. Soal menunjukkan jalan...”
Xia Jinyuan tahu para senior dari gunung biasanya yang memimpin pasukan, tapi tak pernah ada yang membiarkan seorang gadis remaja memikul peran seperti itu.
Di matanya, Ye Jian memang hanya seorang gadis kecil.
Begitu pula, di mata Ye Jian, ia hanyalah seorang prajurit muda berumur sekitar dua puluhan.
Ye Jian tersenyum samar dan berkata, “Mayor, kau sebaiknya memilih untuk percaya padaku, daripada berdiri di sini sambil bicara denganku.”
Mayor muda bermata elang itu meneliti gadis yang berdiri tegak di depannya. Beberapa saat kemudian, ia mengangguk—seolah menilai dan menghargainya. Tapi ada sesuatu lain dalam anggukannya. Ia berkata, “Kau sangat berani.”
Ia berpapasan dengan Ye Jian lalu memberi instruksi kepada sisa para prajurit, “Antarkan dia turun gunung. Tutup jalur gunung sampai tersangka ditemukan.”
Meskipun usianya masih muda, ia tetap seorang pejabat militer yang punya wewenang nyata.
Tapi Ye Jian tidak menyerah. Ia menoleh dan menatap punggung lurus sang Mayor. Ia tersenyum lembut lalu berkata, “Aku melempar ular Zaocys hitam ke Brother Kun, dan ular itu menggigitnya. Jika dia tidak mendapat penanganan medis dalam satu jam, nyawanya akan terancam. Mayor, bisakah kau menemukan mereka dalam satu jam?”
Bisa menemukan mereka dalam satu jam? Kenapa terdengar seperti gadis ini sedang mengancamku?
Chapter Comments Chapter 18 · this chapter only
0 comments